Tampilkan postingan dengan label About ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About ASI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Mei 2018

Pentingkah Tambahan Susu Untuk Anak? Simak Artikel Ini !

"Enaknya dikasih susu apa ya? UHT apa susu bubuk?"
"Tambah minum susu deh biar cepet gemuknya"
 "Udah 1 tahun mah Asinya gak bagus lagi, kasih susu donk"
"Awas ya kalau susunya gak habis, mama gak ajak jalan-jalan"

Pernah dengar statement-statement di atas? Atau pernah di tegur langsung sama orang lain bahkan keluarga terdekat karena anak masih menyusu? Pernyataan dan pertanyaan di atas sering kali di utarakan oleh banyak pihak. Masih banyak yang menganggap saat anak sudah "besar" perlu diberi susu tambahan dan wajib. Beberapa keluarga masih menerapkan wajibnya susu melebihi waktu makan. Apa benar demikian? Lalu bagaimana jika anak sudah di sapih? Seberapa pentingkah minum susu pertumbuhan? Mari kita bahas satu persatu, yuk !



Standart emas pemberian makan bayi dan anak menurut Global Strategy on Infant and Child Feeding, WHO 2002 adalah :



1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Inisiasi Menyusu Dini merupakan langkah awal keberhasilan menyusui. Saat ini banyak RS yang mendukung ibu melakukan IMD setelah melahirkan. Jangan lupa wisata RS saat menanti masa melahirkan ya moms.

2. Pemberian ASI Eksklusif 0-6 Bulan Usia Bayi
Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan apapun.

3. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Sejak Bayi Berusia 6 Bulan
Setelah 6 bulan pertama, bayi membutuhkan asupan nutrisi dengan diberikan MPASI. Bayi sudah bisa diberikan berbagai jenis bahan makanan, hanya saja berbeda tekstur dan porsi untuk setiap usia bayi.

4. Pemberian ASI Sampai Usia 24 Bulan
Walaupun sudah diberikan MPASI, pemberian ASI tetap diberikan hingga 24 bulan atau lebih. Sapih dengan cinta, tentu membuat anak lebih siap berpisah dari sumber hidupnya.


Dari slide di atas dapat kita tahu, bahwa saat bayi sudah berusia 6 bulan wajib diberikan tambahan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tentu ASI tetap harus diberikan. 

Komposisi ASI di tahun kedua adalah 448 mL dari ASI kurang lebih dapat memenuhi: • 29% kebutuhan energy/kalori • 43% kebutuhan protein • 36% kebutuhan kalsium • 75% kebutuhan vitamin A • 76% kebutuhan asam folat • 94% kebutuhan vitamin B12 • 60% kebutuhan vitamin C 

Manfaat menyusui hingga 2 tahun adalah :
a. Anak lebih mandiri
b. Anak jarang sakit
c. Mengurangi resiko alergi
d. Anak jadi lebih pintar
e. Anak lebih mudah bersosialisasi
f. Berbagai keuntungan untuk ibu seperti  mengurangi resiko kanker rahim

(Sumber : File AIMI)




"Lalu bagaimana bila anak sudah disapih? Apakah saya perlu memberikannya susu pertumbuhan?"

Jawabannya, TIDAK WAJIB

Mommies masih ingat prinsip "4 Sehat 5 Sempurna" dimana susu dimasukkan sebagai pelengkap kesempurnaan menu. Prinsip tersebut sudah lama berganti dengan pedoman yang baru, yaitu "Pedoman Gizi Seimbang"


sumber : google



Ada 4 pilar yang harus dipenuhi pada Prinsip Pedoman Gizi Seimbang (PGS), yaitu :
1). Mengonsumsi makanan beragam,  tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 

2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang; 

3)  Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh;  

4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.

(Sumber : Web Depkes)




Proporsi kebutuhan ASI

0-6 bulan: 100% ASI
6-9 bulan: 60-70% ASI
9-12 bulan: 50-60% ASI
>12 bulan: 20-30% ASI

Dari di atas terlihat saat anak sudah 1 tahun lebih, asupan utama yang sebaiknya diberikan adalah MAKAN, karena susu bukanlah makanan utamanya. Sudah 1 tahun, makanan yang diberikan pun sesuai dengan menu keluarga (table food, ingat kulwap kita dulu ya). Konsep makan yang baik pun seperti gambar di bawah, Piring Makanku yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur-mayur, dan buah-buahan.

Sumber : Google


Apakah anak saya boleh minum susu?



Tentu BOLEH. Karena susu merupakan sumber kalsium. Namun, sumber kalsium bisa mommies dapatkan dibahan makanan lain seperti daging, ikan, kacang-kacangan (seperti kedelai dan almond), sayuran (seperti bayam dan brokoli), dan lain-lain.

Minum susu boleh namun tidak baik jika berlebihan, dengan jumlah yang tidak melebihi 500 mililiter atau 2 gelas dalam seharinya.




Kenapa sih pemberian susu harus dibatasi?

Banyak efek samping dari pemberian susu yang berlebih, yaitu :

1. Banyaknya minum susu membuat anak akan merasa lebih kenyang dan malas makan

2. Susu mengandung lemak, jika diminum dengan berlebih akan membuat asupan lemak pada anak pun berlebih

3. Susu mengandung banyak kalsium, jika terlalu banyak diminum akan mengikat zat besi sehingga penyerapannya kurang optimal, membuat anak mengalami ADB

Banyak efek samping dari pemberian susu yang berlebih, yaitu (lanjutan):

4. Jika anak hanya minum susu saja, tanpa mau makan buah dan sayur yang kaya serat akan membuatnya sembelit dan susah BAB

5. Karies pada gigi anak, apalagi jika minum dengan media dot sambil tidur dan tidak gosok gigi saat malam

6. Bertambahnya pengeluaran mommies qiqiiqqi padahal bisa dialihkan untuk beli lipstik ya moms :D



Susu adalah sumber kalsium yang tinggi, namun kita perlu bijak saat mengkonsumsinya. Semua hal yang berlebihan tentu tidak baik. 

Pantau terus Growth Chart anak-anak kita. Terapkan PGS di rumah, sehingga anak menikmati makannya tanpa ada beban. 

Kita sebagai orang tua yang mencontohkan bagaimana prinsip makan yang baik bagi anak. Jadi, ajarkan makan dengan Piring Makanku sebagai kebutuhan utama keluarga.




Sumber : 
1. FB : Fatimah Berliana Monika Purba
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208475187063082&id=1409280466

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10206340212370049&id=1409280466&set=a.1070999501093.13218.1409280466&refid=52&__tn__=%2As-R

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10206105095772281&id=1409280466&set=a.1070999501093.13218.1409280466

2. FB : dr. Arifianto Apin
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10212377589589247&id=1665521761

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10204329187024213&id=1665521761

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10212415000564498&id=1665521761

3. Web : Depkes
http://gizi.depkes.go.id/pgs-2014-2

4. File AIMI
https://www.facebook.com/notes/asosiasi-ibu-menyusui-indonesia/menyusui-lebih-dari-2-tahun/10155637498889778/

*Bisa dilihat juga di : https://steller.co/s/8CcAn8tBXLM*

Jumat, 19 April 2013

ASIP : ASI Perah


Ketika cuti melahirkan sudah habis, ibu bekerja harus kembali ke kantor dan meninggalkan si kecil di rumah. Akan tetapi karena masih menyusui, satu-satunya cara untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah membuat stok ASI dengan memerasnya. Nah, yang perlu Anda perhatikan kemudian adalah di mana Anda harus menyimpan ASI perah ini.

Karena ASI tidak disimpan pada "tempat" yang sebenarnya, Anda harus memastikan ASI tetap terjaga kesegarannya dengan melakukan langkah-langkah berikut:


1. Selalu cuci tangan dan kuku lebih dulu sebelum memerah ASI. Saat memerah ASI, pastikan Anda menggunakan wadah yang bersih (higienis), terutama jika Anda memerah secara manual dengan tangan. Tetapi jika menggunakan pompa ASI, umumnya wadah higienis ini sudah tersedia. 

2. Perhatikan waktu memerah ASI. Setelah diperah, ASI hanya bisa bertahan selama enam jam saja. Jika tak disusukan dalam waktu enam jam, sebaiknya masukkan ke dalam lemari es.
3. ASI perasan harus dijaga agar tetap dingin, bahkan ketika dibawa bepergian. Gunakan saja termos es yang berisi es batu atau tas kecil yang khusus untuk menjaga kondisi tetap dingin (tas es krim).
4. Jika tak disusukan dalam waktu 48 jam sejak dipompa, ASI perasan harus dibekukan. Namun bekukan secara bertahap, awali dengan mendinginkan ASI dalam lemari es kemudian bekukan dalam freezer.
5. Jangan mencampur ASI hasil perasan yang baru dengan yang lama.
6. Cantumkan label yang berisi tanggal dan jam pemompaan pada ASI yang dibekukan. Bila akan digunakan, hangatkan terlebih dulu. Namun jangan panaskan ASI dalam microwave. Keluarkan ASI beku dari freezer ke pendingin sampai mencair, kemudian keluarkan dari pendingin dan biarkan sampai mencapai suhu ruang. Setelah itu baru dihangatkan. Cara ini akan membantu menjaga kualitas ASI agar tak rusak karena perubahan suhu yang terlalu ekstrim.
7. Hangatkan ASI perahan dengan cara mengaliri botol susu dengan air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran atau teko. Cara lain untuk menghangatkannya adalah merendam botol ASI dalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas. 
8. Teteskan ASI yang sudah dihangatkan pada tangan untuk mengecek suhu ASI sebelum disusukan ke bayi. Suhu ASI tidak boleh lebih hangat dibanding suhu tubuh. 


"Ketika memberi ASIP, sebaiknya Anda tidak menggunakan dot. Penggunaan dot saat memberikan ASIP akan menyebabkan bayi mengalami gejala bingung puting," ungkap Inna Banani dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam kelas New Parents Academy di Jakarta, beberapa waktu lalu. Daripada menggunakan dot, lebih baik Anda mencari alternatif lain untuk memberikan ASIP kepada si kecil. Misalnya, dengan cangkir atau gelas kecil, pipet, sendok,softcup feeder, botol dengan sendok di ujungnya, atau sippy cup (gelas dengan sedotan ditutupnya).
"Adanya usaha bayi untuk mendapatkan ASIP dengan metode sendok dan gelas ini akan membuat bayi sedikit berjuang untuk mendapatkan ASIP. Pergerakan dan perjuangan bayi mendapatkan susu ini akan memengaruhi otot wajah dan merangsang kemampuan bicaranya," tutup Inna.

Agar lebih mudah memberikan ASIP kepada si kecil, ikuti saran berikut ini:
1. Pangku bayi dalam posisi setengah duduk, kemudian tempelkan pinggir cangkir atau sendok kecil berisi ASIP pada bibir bawah bayi.
2. Sebaiknya Anda hanya menempelkan sendok kecil atau cangkir pada bibir. Cara ini akan membuat bayi berusaha untuk mendapatkan ASIP sama seperti saat ia menyusu langsung pada Anda. Biarkan bayi minum sendiri dengan bantuan dan dorongan lidahnya.
3. Hindari menuangkan ASIP ke dalam mulut bayi karena kemungkinan bayi tersedak akan jadi lebih tinggi. Selain itu menuangkan ASIP ke dalam mulut bayi tidak akan membantu pembentukan struktur giginya dengan baik.

Apakah kualitas ASI yang disimpan dilemari es sama dengan ASI yang langsung disusui? Jika ya, zat apa yang berkurang? 

Jawab: Kualitas keduanya memang berbeda. ASI yang diberikan langsung memiliki zat gizi, termasuk vitamin, maupun zat kekebalan tubuh yang lebih tinggi dan lebih baik dibanding ASI perah dan telah disimpan.

Beberapa penelitian memperlihatkan kandungan vitamin A, D dan E dalam ASI masih relatif lebih stabil jika disimpan selama seminggu dan pada suhu  -20 °C (membeku), sedangkan kandungan vitamin C relatif lebih cepat berkurang, demikian pula dengan kandungan zat kekebalan tubuh.

Walau kandungan zatnya berkurang seiring makin lamanya penyimpanan, namun jumlah semua zat pada ASI tersebut tetap masih dalam batas nilai yang telah ditetapkan secara internasional dan baik diberikan pada bayi. ASI yang sudah disimpan dan kemudian dihangatkan sebaiknya digunakan dalam 24 jam dan tidak disimpan kembali.

Memerah ASI dengan tangan.
Sebelum mulai memerah ASI, kompres payudara Ibu dengan air hangat agar otot-otonya melunak. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memerah ASI. Persiapkan peralatan yang diperlukan seperti baskom bersih untuk tempat ASI perahan dan kain bersih untuk lap. Selanjutnya segeralah memerah ASI dengan cara :
Pegang payudara Ibu dengan sebelah tangan lalu lakukan pemijatan dari bagian atas payudara menuju puting. Pijat menyeluruh, termasuk bagian bawah payudara.
Langkah berikutnya, tekan perlahan-lahan pada area di belakang areola (kulit berwarnya gelap diseputaran puting susu) dengan ibu jari dan telunjuk.
Tekan kedua jari bersamaan, lalu tekan ke arah pucuk puting agar mengeluarkan ASI Ibu. Berhati-hatilah ketika menekannya, ASI bisa dapat memancar ke segala arah.

Cara Menyimpan Asi dengan pompa elektrik.
Dengan pompa ASI, Ibu bisa memerah dengan lebih cepat dan mudah dibanding menggunakan tangan. Kendurkan otot dan saluran ASI di payudara dengan menaruh handuk hangat kuku di atas payudara bisa juga dengan mengurut-urut sebelumnya dan pastikan pompa yang akan digunakan sudah disterilkan sebelum dipakai.Lamanya memompa ASI sangat bergantung pada pompa yang ibu digunakan. Pemerahan ASI bisa mencapai waktu antara 15/45 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Menyimpan ASI perah.
Simpan ASI di lemari es bawah atau di bagian pembeku freezer. Sekali dihangatkan, semua ASI yang tersisa harus dibuang. Jangan lupa juga untuk menuliskan tanggal pada ASI yang Ibu simpan. ASI dapat disimpan selama beberapa waktu : 
72 jam di dalam kulkas.
Tiga bulan di dalam freezer (penyimpanan ini dapat mengurangi jumlah antibodi dalam ASI).

Cara mengatasi ASI yang membeku :
Rendam ASI di air panas sampai mencair seluruhnya. Periksa suhu ASI sebelum diminumkan kepada bayi Ibu dengan cara meneteskannya ke punggung tangan. Setelah itu, berikan ASI sesegera mungkin. Harap untuk diingat, jangan pernah melelehkan apalagi menghangatkan ASI di microwave karena banyak sekali terdapat zat-zat penting dalam ASI akan hancur. Bukan hanya itu saja, panas yang ditimbulkan dari microwave tidak rata, sehingga dikhawatirkan akan sangat berbahaya bagi bayi karena terlalu panas

ASI : Air Susu Ibu


Air susu ibu (disingkat ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.
Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi. Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit.
Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok untuk bayi sebelum berusia 1 tahun.



Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI

  • Makanan
  • Ketenangan jiwa dan pikiran
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Perawatan payudara
  • Anatomis payudara
  • Faktor fisiologi
  • Pola istirahat
  • Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan
  • Faktor obat-obatan
  • Berat lahir bayi
  • Umur kehamilan saat melahirkan
  • Konsumsi rokok dan alkohol

ASI eksklusif adalah intervensi yang paling efektif untuk mencegah kematian anak, namun menurut Survei Demografi Kesehatan tingkat pemberian ASI eksklusif telah menurun selama dekade terakhir. Hari ini, hanya sepertiga penduduk Indonesia secara eksklusif menyusui anak-anak mereka pada enam bulan pertama. Ada banyak hambatan untuk menyusui di Indonesia, termasuk anggota keluarga dan dokter yang tidak mendukung. Beberapa ibu juga takut menyusui akan menyakitkan dan tidak praktis, tapi salah satu kendala terbesar adalah kesalahpahaman dari istilah 'eksklusif'.
Di Aceh, misalnya, dengan jumlah stunting atau balita pendek tertinggi untuk anak-anak balita di Indonesia, kesadaran akan pentingnya ASI ada, tapi masalahnya berada pada pengertian "eksklusif.” Husnaini, serorang nenek, dulu selalu memberikan putrinya Zahiraa pisang dan madu ketika ia hanya berusia tiga bulan. Sekarang Zahira, 26, berkat dukungan bidan di Posyandu Gampong Nusa, Lhok Nga yang melampaui tugas mereka untuk mengkomunikasikan pesan ASI, persepsi nya akan menyusui telah berubah, dan kini, Kanza, putrinya yang berusia tiga bulan hanya menerima ASI. "Pemikiran saya berubah karena apa yang saya pelajari di Posyandu," kata Zahira.Menyusui memberikan banyak manfaat. ASI adalah makanan ideal bagi bayi, menyediakan nutrisi yang mereka butuhkan untuk perkembangan yang sehat dan memberikan antibodi terhadap penyakit anak yang umum seperti diare dan pneumonia - dua penyebab utama kematian anak di negara ini. Tapi masih banyak perempuan dan anggota keluarga yang tidak menyadari manfaat ASI eksklusif. Perempuan masih harus memilah-milah mitos, informasi, dan pesan tentang menyusui.
"Mitos bahwa bayi yang diberi ASI membutuhkan air selain ASI tersebar luas di negeri ini. Banyak keluarga juga percaya susu formula dapat meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan kesehatan," jelas Sri Sukotjo, Spesialis Gizi UNICEF. "Makanan Pelengkap, termasuk air, seharusnya hanya diperkenalkan ketika mereka mencapai usia enam bulan," tambahnya.
Bidan Khairiyah juga menggemakan pesan yang sama "Ketika bayi menangis, ibu mengaitkannya dengan kelaparan, itu sebabnya mereka berpikir ASI tidak cukup, dan mereka mulai memberikan pisang terlalu dini," ujar Khairiyah. "Makanan pelengkap yang tepat dan aman hanya dapat diberikan setelah enam bulan dengan tetap menyusui hingga dua tahun atau lebih," tambahnya. Sekarang, sebagian besar perempuan di desa Nusa memilih untuk memberikan ASI eksklusif. "Tapi itu tidak mudah," jelas Khairiyah, yang merupakan bidan-satunya di desa. Awalnya orang di desa menolak untuk mendengarkan dia, terutama nenek yang menghargai kepercayaan tradisi dan budaya, tapi sekarang mereka memahami dan ibu muda seperti Zahira membantunya mempromosikan pemberian ASI di desa.
Upaya yang sukses untuk mempromosikan praktik pemberian makan yang baik harus fokus tidak hanya pada ibu tetapi pada orang-orang yang mempengaruhi keputusan seorang ibu, seperti ibu, ibu mertua, dan suaminya. "Apa yang sulit adalah meyakinkan ibu saya sendiri," kata Zahira. Tapi dia beruntung bahwa sebelum melahirkan anak pertamanya, Zahira dan ibunya berdiskusi dengan bidan di Puskesmas. Bidan Khairiyah yang mengajarinya bagaimana mengekspresikan air susu, dan menjelaskan kepada ibunya pentingnya ASI eksklusif.
UNICEF memuji langkah yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan angka menyusui, termasuk peraturan kesehatan baru yang melarang promosi pengganti ASI di fasilitas kesehatan, dan telah hak perempuan untuk menyusui yang telah di dukung oleh peraturan pemerintah. Hukum ini akan memungkinkan negara ini menciptakan lingkungan yang memberdayakan perempuan untuk menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama dan terus menyusui selama dua tahun atau lebih.

Sumber :