Tampilkan postingan dengan label NHW-IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NHW-IIP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2020

Mencari Ilmu yang Ingin Didalami : Jurnal 3 Bunda Cekatan

Assalammualaikum Mommies, 


Masya Allah sudah lama sekali saya tidak mengisi lembaran blog ini. Terlalu lama hingga saya lupa bagaimana caranya menulis heheheh. Insya Allah ke depannya blog ini akan hidup lagi. Tidak lain karena sekarang saya sudah memasuki kelas pembelajaran Institut Ibu Profesional tahap ke 3, setelah Matrikulasi dan Bunda Sayang. Yeaaaayyyy, saya sekarang sudah masuk tahap Bunda Cekatan. Masya Allah Tabarakallah. 

Yang berbeda dari tahap sebelumnya adalah kali ini bunda diasah bagaimana sih jadi bunda yang cekatan, menggali sisi ketrampilan diri. Di Bunda Cekatan ini ada beberapa tahap selama 6bulan pembelajaran. Tahap pertama adalah telur-telur. Minggu ini kami sudah memasuki jurnal ke 3.

Jurnal I kami diminta untuk melacak kekuatan diri. Memetakan 4 isian kuadran suka dan bisa. Seperti suka-bisa, suka-tidak bisa, tidak suka-bisa, tidak suka-tidak bisa. Sebenarnya mengiis kuadran ini seperti saat matrikulasi dan pendalaman materi Ruang Berkarya Ibu 2 yll. Selain itu kami diminta memasukkan ke telur-telur hijau apa saya kekuatan diri dalam kuadran suka-bisa. Seperti di bawah ini :


Jurnal II melanjutkan telur hijau selanjutnya, yaitu mencari ketrampilan apa yang ingin dikuasai dari telur hijau tersebut yang dituliskan di telur merah kita. Sebelumnya memetakan dahulu kuadran penting dan mendesaknya. Bisa dilihat sebagai berikut :


Belajar konsisten menggali yang sesuai kemampuan dan passion saya sebenarnya. Penambahan ketrampilan seperti Public Speaking dan Analisis Risiko karena sering banget dalam posisi harus mengerti dua hal ini. Sayang nya belum belajar dengan masterpiece yang benar.

Baiklah, lanjut ke jurnal 3 di minggu ini. Kami diminta melanjutkan kekuatan diri dengan mencari apa ilmu yang ingin didalami selama Bunda Cekatan. Kalau membicarakan ilmu, berdasarkan telur merah, saya merasa harus seperti ini :


Ilmu yang ingin dipelajari dalam beberapa tahun kedepan

Namun untuk Bunda Cekatan kali ini, saya melihat urgensi yang bisa saya aktualisasikan. Saya ambil 3 telur orange di atas, seperti Public Speaking, Manajemen Finansial, dan Pijat Laktasi. Kenapa 3 hal tersebut? Karena mempertimbngkan biaya juga. Ilmu yang dipelajari tentu harus dari orang yang tepat bukan. Mengikuti pelatihan dari sumber nya langsung. Untuk Public Speaking dan Manajemen Finansial banyak alternatif online yang bisa saya lakukan, sedangkan Pijat Laktasi harus mengikuti pelatihan dari masternya. Saya punya wishlist pelatihan dari Arugan, Filipina. Organisasi sertifikasi Pijat Laktasi ternama di kalangan konselor laktasi.

Ilmu yang ingin didalami selama di BunCek

Lalu kami diminta mengisi beberapa pertanyaan sebagai berikut :


Begitulah mommies apa yang ingin saya pelajari. Semoga dapat teralisasikan ya.
Aamiin

07-01-2020
Harnum Annisa

Jumat, 02 Februari 2018

Belajar Ibu Profesional dengan Menjadi Fasilitator


Sudah minggu kedua saya menjadi Fasilitator Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 5 (MIIPB5) Tangerang Selatan 2. Alhamdulillah di Tangsel sendiri ada 3 kelas online dan 1 kelas offline. Ini kali pertama saya menjadi Fasilitator Kelas Matrikulasi. Awalnya nekad saja, karena peraturannya bahwa pengurus harus mendaftar menjadi Fasilitator. Setelah berbagai pertimbangan dan ijin suami, maka diperbolehkan ikut mendaftar.

Dari banyak pertimbangan, yang ingin saya dapatkan saat menjadi Fasilitator adalah ilmu yang selalu melekat. Maaksudnya, saya akan belajar, belajar, dan belajar lagi bagaimana menjadi Ibu Profesional dengan menjadi Fasilitator. Dengan ilmu itu, lalu berbagi dan belajar bersama teman-teman matrikulasi.

Aliran Rasa

Keseruan saat menjawab pertanyaan teman-teman terasa sekali. Ternyata teman-teman fasilitator lainnya pun sama. Saya jadi belajar lagi bagaimana materi matrikulasi yang kemarin. Jadi kembali mendengarkan video-video Bu Septi. Memang waktu saya lebih keteteran awalnya, tapi sekarang sudah lebih tahu ritmenya. Saya juga membuat jadwal harian untuk lebih mengatur waktu saya.

Mengenai kelas Tangsel 2, saya sangat bersyukur bisa mendampingi mereka yang sangat semangat mengejar ilmu. Ini bisa dilihat dari kehadiran mereka di Kelas. Entah saat materi, diskusi, atau jam bebas. Hasil NHW mereka juga Masya Allah bagus-bagus sekali. Hingga saya merasa belum ada apa-apanya juga. Sekarang di materi kedua, mereka sedang bersemangat menanyakan ke suami dan anak tentang indikator keprofesional mereka sebagai Ibu dan Istri. Jadi berkaca tahun lalu pun saya begitu ehhehehe deg-degan menunggu jawaban suami dan anak.

Untuk mengisi kekosongan waktu, kami sekelas sepakat membuat program Jumat Hangat. Dalam 1 minggu ada 2 peserta yang akan saling sharing tentang profil mereka. Sehingga, akan terdapat 16 orang yang mengikuti Jumat Hangat. Itupun masih banyak yang ikut mengisi slot. Tapi karena keterbatasan waktu kelas matrikulasi, terpaksa dibatasi 16 orang. Melihat mereka aktif di kelas tentu saya sebagai fasilitator sangat senang. Apalagi melihat kerjasama Ketua Kelas dan Koorming-Koorming nya. 💓💓💓💓

Semoga kelas MIIPB5 Tangsel 2 semakin slod, semakin bertumbuh lebih baik, dan menyelesaikan NHW dengan lancar. Aamiin 💙💙💙


Semangat lulus 100% !!!!


Nisa Harnum 
2 Februari 2018

#tantanganTerhangatFasilitator

Jumat, 21 Juli 2017

Misi Hidup (NHW#8)

Pada NHW kali ini kami diminta untuk menemukan pentingnya misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Hehehhehe ngomongin visi misi, emang gak pernah terangkai di tak visi misi hidup. Belajar lah ya ini jadinya.

Mau ngambil satu ranah yang berada di kuadran SUKA dan BISA saat NHW#7, yaitu edukasi ASI< MPASI, dan babywearing. Dari ranah tersebut dijabarkan BE DO HAVE nya :

BE (ingin menjadi apa) : Konselor Laktasi
DO (ingin melakukan apa) : Mengikuti Pelatihan Konselor Menyusui (PKM) agar menjadi motivator, edukator, konselor mengenai asi, mpasi, dan yang berhubungan tentang anak. Mengikuti Babywearing Consultant agar menjadi edukator mengenai babywearing
HAVE (ingin memiliki apa) : Ingin memiliki Klinik Laktasi sendiri 

Lifetime Purpose saya, ingin menjadi ibu profesional, yang dapat menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak, menjadi anak yang berbakti pada orang tua, menjadi motivator dan educator buat masyarakat khususnya mengenai ASI, MPASI, dan Babywearing.

Strategic Plan dalam 5-10 tahun kedepan, yaitu menjadi Ibu Profesional di ranah domestik dan luar domestik, sudah menyelesaikan S2 yang berkaitan dengan pekerjaan sekarang, aktif di komunitas ASI menjadi KL, aktif di komunitas babywearing menjadi Babywearing Consultant. 



New Year Resolution nya, hmmmm untuk 2017-2018 ini semoga akhir tahun ini sudah mengikuti PKM dan membantu ibu-ibu yang kesusahan dalam ASI dan MPASI


"Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH" by IIP

Salam Ibu Profesional

Jumat, 14 Juli 2017

MENUJU BUNDA PRODUKTIF (NHW#7)

Setelah belajar bagaimana menjadi manajer yang handal, selalu konsisten dengan jadwal yang ada. Tahap selanjutnya, minggu ini belajar menjadi bunda yang produktif. Kami diminta untuk mengikuti Talents Mapping dr web temubakat.com . Lalu mencocokkan dengan pengalaman yang sudah kami tulis selama NHW ini dan mengkorfimasi dengan yang kami rasakan selama ini. Setelah mengisi kuesioner di link di atas, saya mendapat hasil nya , sebagai berikut :






Hasil diatas saya banget kan ya ^_^ Saya selalu berusaha menjadi pendengar yang baik untuk teman-teman saya, serta memotivasi mereka jika ada kesusahan. Point suka membayangkan masa depan, iya juga hehehhe. Namanya juga talent mapping, kalo jawabnya jujur ya sesuai banget hasilnya sama kita.

Berikut kuadran aktivitas saya :

KUADRAN AKTIVITAS

Siap menanti tahapan ibu profesional selanjutnya 👩👩😊😊

Salam Profesional !

Selasa, 11 Juli 2017

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Yang Handal (NHW#6)

Semangat Pagi!!!
Selamat Hari Raya Idul Fitri yah, Maaf lahir batin kalo ada kesalahan yang saya perbuat 
Setelah libur matrikulasi IIP nya, sekarang sudah mulai kembali kelas matrikulasinya. Tidak terasa sudah minggu ke 6. Minggu ini membahas bagaimana menjadi manajer keluarga yang handal.
Iyes, tugas mommy di rumah itu udah kayak manajer, apa aja kudu ngerti tentang anak atau suami. Karena mommy gak sempurna macam saya inih masih suka gak disiplin, alhasil kudu belajar lagi biar jadi mommy yang handal.
Balik lagi ke pepatah yang sebelumnya :
Tak Ada Ibu Yang Sempurna, Yang Ada Ibu Yang Mau Belajar Menjadi Yang Lebih Baik
So, mari mendeskripsikan manajer handal versi Mama KeySyaFarlo 
#Tiga aktivitas yang paling penting
Ini merupakan aktivitas setelah Baby Arlo lahir ya
a. Beribadah : ini sudah pasti sebagai hamba Allah. Untuk mengutamakan ibadah. Masih perlu kekonsistenan diri untuk sholat tepat waktu, mengaji, puasa dan sholat sunnah
b. Upgrade diri : disini maksudnya ada waktu disaat saya mencari tahu/belajar untuk memperbanyak ilmu. Ilmu sesuai bidang pekerjaan tentunya, serta ilmu kepengurusan anak ( asi mpasi dll). Kalau untuk kepengurusan anak saya fokus ke asi, mpasi, rum, babywearing
c. Menyiapkan kebutuhan anak2  : waktu pagi hari ini harus disiplin jangan sampai telat dari jadwal yang sudah diterapkan. Karena jika 1 kegiatan saja terlambat akan berdampak ke kegiatan lainnya. Begitu juga dengan pumping, sebagai working mom, ini aktivitas terpenting saya karena harus mencukupi kebutuhan asip si baby. Walau bekerja tapi tetap menyusui hingga 2tahun (lebih)
#Tiga aktivitas yang paling tidak penting
a. Main HP saat pagi hari : biasanya saat anak bayik belum bangun suka buka hp. Entah itu buka fb/ig/wa yang membuat terlambat membuat MPASI/sarapan. Seperti yang ditulis di atas, jika telat 1 saja kegiatan akan berdampak ke kegiatan lainnya
b. Mengobrol dengan teman terlalu lama : nah ini ehhehhehe kalau dah ketemu tmn kantor, pas jam maksi apalagi suka kebablasan. Sampe sholat dzuhur nya tidak tepat waktu.
c. Menunda waktu pumping : kadang suka nyantai menunda waktu pumping. Padahal ini bs mempengaruhi produkai asi atau pulang kerja jadi telat.
#Kalau ditanya waktu saya habis untuk yang mana?
Yang aktivitas penting tentunya. Belajar dan edukasi, serta menyiapkan kebutuhan suami dan anak khususnya
Setelah penjabaran diatas, aktivitas rutin yang merupakan aktivitas penting diatas akan dijadikan aktivitas dinamis. Dimana, waktu penerapannya memang sudah terjadwal.
"Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda."
Dari semua hal diatas dan dari jadwal yang sudah saya terapkan selama kurang lebih 7bulan ini (mpasi mulai arlo 6m), berikut jadwal harian saya :



Selama ini jika disiplin dan manajemen waktunya berjalan dengan baik, insya allah kegiatan2 tersebut juga teratur. Kunci utama memang di pagi hari hehhehe....
Tiap ibu punya caranya sendiri, punya karakternya sendiri. Saya menjalankan semuanya dengan senang hati.
Karena keluarga bahagia berasal dari ibu yang bahagia bukan....
Sampai jumpa di next NHW 

Jumat, 09 Juni 2017

Mendidik dengan Kekuatan Fitrah (NHW#4)

Udah minggu ke 4 yeeeaaayyyy \^_^/ makin menantang tugasnya inih, makin membuat JLEB hati emak, makin kudu meresapi dan banyak merenung #tsssaaaahhh.... Mari membahas satu persatu NHW#4 ini. Untuk tugasnya dibawah ini : 

NICE HOME WORK #4
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator
c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
=====================================================================

Mari mengerjakan satu persatu :D

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Untuk jurusan ilmu di Universitas Kehidupan masih tetap sama ingin menjadi Konselor Menyusui. Karena memang sudah dari dulu saya mencintai bidang konselor atau mengedukASI orang lain.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
Mau ngaku heheheheh ini ceklist belum semuanya kekejar apalagi yang harian, duuuuhhh "WAKE UP NISA!!!!" Belajar lebih konsisten lagi inih sama apa yang udah di list diri sendiri

b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Bidang yang ingin dikuasai sesuai hasil renungan kenapa Allah menciptakan saya di dunia ini sama seperti yang sudah di NHW#3. Dengan semua kejadian atau jalan hidup saya selama ini, Allah meyakinkan saya untuk bisa menjadi inspirator/motivator (bukan berarti niru contohnya ya hehehehe). Sejak kehilangan syasya jd suka memberikan motivator ke teman2 yang sama merasakannya. Dan juga menjadi inspirator bagi mereka di dunia ASI, MPASI, Babywearing, maupun tentang anak lainnya
Misi Hidup : memberikan inspirasi dan memtivasi ke orang lainnya
Bidang : Pengasuhan Anak 
Peran : Inspirator dan Motivator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Setiap ibu memang harus menambah ilmunya. Untuk menjadi ahli di Bidang Pengasuhan Anak , saya harus mengikuti tahap berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu mengenai pengasuhan anak, terutama ASI MPASI Babywearing dan Parenting, serta RUM
2. Bunda cekatan : Ilmu mengenai manajemen diri terutama manajemen waktu, dan kedisiplinan
3. Bunda Produktif : Ilmu mengenai menjahit, memasak, DIY Permainan untuk anak
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi atau edukASI kepada orang banyak

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Milestone yang ditetapkan saya sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Ada beberapa checklist yang sudah ada waktu2 penerapannya, tapi ada yang belum, nanti akan diperbaiki kembali

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Semaaaangaaaaatttttt 💜💜💜💜



Jumat, 02 Juni 2017

MEMAHAMI POTENSI DIRI SENDIRI (NHW#3)

Hola-Hola, udah seminggu deh, udah waktunya nulis tugas minggu 3 dari kelas matrikulasi IIP. Nah tugasnya ini berjudul Membangun Peradaban dari dalam Rumah. Dibagi menjadi 3 kategori, antara yang pra nikah, nikah, dan single parent. Tugas untuk yang sudah menikah seperti dibawah ini :

*********************************************************************
👨👩👦👦
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Nah ini dia tugas yang harus mengalahkan gengsi para istri-istri wkkwkwkw termasuk saya. Tapi sebenarnya saya sudah sering  kali membuat "surat cinta" ke suami. Terutama saat saya sedang kesal.
Saya typikal istri yang tidak bisa memendam amarah dan kekesalan saya jika ada masalah. Daripada jadi penyakit mending diutarakan. Nah menulis merupakan cara efektif penyampaian semua keluh kesah saya ke suami. Bukan berarti tidak ada diskusi. Tp biasanya dengan diskusi merembetnya kemana. 

Kembali ke surat cinta, suami saya ini biasanya setelah menerima si "surat cinta" ini, lgsg action menanggapinya. Nah, masalahnya biasanya "surat cinta" yg saya bikin itu kan bukan mengenai romantisme wkwkkw ini mau nulis kok ketawa2 sendiri. So, bikin simpel ya.
 
SS Surat Cinta Ke Suami

Kan kan kan tanggepannya wkkwkwkw 😂😂😂 dan seperti biasa setelah dpt "surat" malamnya langsung ngemanjain saya 🙊Apalagi semalam saya dibuat khawatir sama dia. Tidak pulang2, handphone nya mati, wa centang satu. Udah ketakutan sampe nangis karena 2.5 jam nunggu dia. Alhasil waktu udah pulang meluk2in dia wkwkwkkw... Iya, betapa lupanya kita perhatian dengan suami karena tertutupi dengan berbagai aktivitas sehingga lupa mengutarakan dan menunjukkan kasih sayang kita ke suami. 

Pap, betapa sayangnya Mama sama Papa. Kita saling mengisi diri satu sama lain, saling mengisi kekurangan yang ada pada diri kita masing-masing. Semoga kita diberi umur panjang barokah, sehingga dapat membesarkan anak-anak kita hingga dewasa, hingga kakek nenek. 

Love u pap  :* 


b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Keyvano, merupakan guru pertama saya sebagai ibu. Dari dia saya belajar banyak hal. Sekarang Keyvano sudah 5 tahun. Tahun ini dia akan naik kelas menjadi TK-B. Semakin bertambahnya usia, makin terlihat potensi dalam dirinya. 
  • Bermain Bola : Ini dari usia setahun, tendangan bola nya mantap sekali. Sepertinya menurun dari hobi papanya yang menyukai futsal dan bola. Hingga sekarang sering kali tiap weekend bermain bola bersama papanya
  • Memasak : Karena sering melihat mamanya masak, dia seringkali membuat makanan sendiri, tentu saja dengan pendampingan saya. Awalnya saya takut mengajaknya saat memasak, tapi makin lama dengan didampingi, ini melatih anak juga. 
  • Membenarkan barang (bertukang) : Ini sepertinya karena mengikuti papanya yang sering memperbaiki barang. Sama halnya sengan si papa, jika ada yang rusak atau perlu diperbaiki langsung mengambil obeng. Tentu saja dengan pengawasan kami.
  • Cerdas matematika logis : Dari batita, bakat yang paling terlihat adalah angka. Mengenal angka, bermain berhitung, menulis angka merupakan keahlian Key. Saya mikirnya karena saya dan suami pun yang lebih menyukai angka. 
  • Cerdas musikal : Nah ini, baru tampak 1-2 tahun terakhir. Dia menyukai jika mendengarkan musik, ikut menari, dan menari. Sekarang jika ada musik, dia mengambil gitar kecilnya (ukulele) lalu dimaikan mengikuti musik yg ada, walau petikannya masih asal-asalan
  •  Cerdas Naturalis : Kami sering mengajak dia, bermain di outdoor. Ini karena papanya yang memang gemar menjelajah. Sehingga Key pun terbiasa dengan kegiatan alam. 
Semua ini tentu saja karena kebiasan dan pola pengasuhan yang kami lakukan, serta karena pola pendidikan dari Sekolahnya yang  menerapkan metode Sentra. Dimana karakter anak lebih diutamakan, seringnya anak diajarkan mandiri dan bermain sambil belajar.

Syasya, si cantik putri surga kami, guru kedua bagi kami sebagai orangtua. Hadirnya Syasya ditengah keluarga kami mengajarkan arti kebahagiaan, kehilangan, keikhlasan. Semoga kita dapat berkumpul kelak di surga Nya Allah ya nak :* (kan jadi mewek qiqiqiiq)

Baby Arlo, si rainbow baby mama, guru ketiga kami. Usianya baru 6mo. Jujur belum banyak terlihat potensi bakatnya. Tapi, baby Arlo ini sering mengoceh, suka diajak berbicara, menimpali jika kami mengajaknya berbicara seolah sudah mengerti apa yang sedang dibicarakan. Tidak sabar melihat potensi-potensi yang ada pada dirimu, Nak.

Setiap anak berbeda, setiap anak punya cerita, setiap anak unik, setiap anak itu hebat 

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Namanya hidup itu berarti sesuai ketentuan Allah. Kita manusia berdoa, berusaha, mengikuti jalanNya Allah. Termasuk kehendak Allah, mengapa saya dihadirkan ditengah-tengah keluaraga kami sekarang. Sama seperti halnya Keyvano, apa yang melekat dalam diri saya merupakan hasil pola asuh keluarga saya juga. 

Papa mama saya selalu mengajarkan kemandirian. Menurut saya kemandirian ini yang menjadi potensi bagi saya. Jadi begitu saya dan suami berumah tangga, dan kami merantau jauh dari kedua keluarga besaar, saya tidak merasa kaget atau bingung. Saya lebih menyukai keadaan seperti sekarang, tidak adanya intervensi dalam mengasuh anak, dan beberapa hal lainnya. Berbeda dengan suami, yang tidak pernah jauh dari orangtua. Ini yang menjadi peran saya, untuk mengajarkan ke mandirian ke anak-anak.

Sifat saya dan Keyvano ini sama, khususnya kalau kami sedang ngambeg hehehehe ini harusnya emang sifat buruk. Tapi karena kesamaan kami ini, saya jadi bercermin. Betapa sabarnya mama saya dulu kalau saya sedang ngambeg. Nah, ini saya jadikan cara mengatasi saat Key ngambeg. Iya, kadang kelemahanmu bisa menjadi kekuatanmu. Saya yang mudah ngambeg jadi terbiasa menghadapi anak saya yang sama seperti mamanya ini. 

Sejak saya hamil, saya mulai gemar mencari ilmu tentang ilmu Ibu. Entah cara kepengurusan anak, pemenuhan hak memberikan asi, kesehatan, parenting dll. Haus ilmu ini yang menjadi potensi besar dalam diri saya untuk memberikan yang terbaik untuk anak. Namun bukan berarti saya ibu yang sempurna, tidak, tidak ada manusia yang sempurna. Saya masih suka lepas kontrol emosi jika anak saya marah, saya masih suka tidak sabaran jika mengurus rumah, dsb. Tapi, dengan ilmu yang sudah saya cari, saya termasuk mama yang tidak panikan. Saat anak sakit saya mengikuti standart RUM. Saat perahan ASI saya berkurang, saya tidak berpikiran untuk memberi anak sufor. So, kejarlah ilmu sampai kapanpun.

Saat-saat kehilangan saya, saya menyadari bahwa saya orang yang tidak bisa berlama-lama terpuruk. Ini menjadikan saya melihat potensi dalam diri saya. Saya bangkit dari keterpurukan, berbaik sangka dengan Allah. Dan percaya bahwa jalan Nya adalah rencana terbaik yang Allah berikan untuk kami sekeluarga. Tidak semua orang yang bisa mengolah kesedihannya agar cepat bangkit. Berlarut-larut atau jalan kedepan mengikuti rencana Allah. Namun, ikhlas bukan berarti tak sedih jika mengingat anak tercinta.

Kejadian-kejadian yang selama ini terjadi, menyadarkan saya kenapa Allah berkehendak saya hadir ditengah-tengah keluarga Saya. Sebelum ada tugas ini, saya sudah banyak merenung. Membuat saya menyadari bahwa kita manusia memang....

Rencana Allah itu INDAH 😍



d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?


Saya tinggal di lingkungan Perumahan, cluster baru. Kebanyakan orang-orang di cluster adalah pasangan muda. Saya bekerja, jadi sebisa mungkin mengikuti kegiatan RW dan RT. Entah itu arisan, pengajian, atau kegiatan lainnya. Sebab saat hari kerja, pulang kerja langsung masuk rumah. Paling mengobrol sebentar dengan tetangga.


Karena hobi saya mengedukASI entah itu tentang asi, mpasi, atau babywearing, jika ada yang bertanya tetang hal-hal itu, sebisa mungkin saya bantu. Begitu juga jika saya melihat ada sesuatu yang salah.Berusaha sebisa mungkin menularkan ilmu yang saya miliki dan menjaga tali silaturahmi dengan semua orang



Semoga dengan memahami potensi dalam diri sendiri, dapat bermanfaat untuk keluarga kecil, dan sekitar aamiin 😊😊😊

Salam Ibu Profesional !

Jumat, 26 Mei 2017

NHW 2 : Istri dan Ibu Profesional

Sekarang memasuki minggu kedua kelas matrikulasi IIP. Apa sih IIP? IIP merupakan forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu. Namanya manusia kan tetap harus upgrade diri dari semua aspek. Nah sebagai istri, ibu, dan indvidu akhirnya saya tertarik mengikuti kelas matrikulasi ini.

Tugas minggu kedua ini kita diharuskan menjabarkan indikator apa saja agar kita bisa dikatakan profesional sebagai ibu, istri, dan individu. Nanya suami sama anak jawabannya nihil wkwkwkwk ya sudlah mari kita bikin indikator sesuai yang terjadi selama hampir 6tahun menikah dan 5 tahun menjadi ibu.

Sebagai individu
Ini seharusnya banyak indikatornya ehhehehe secara namanya orang gak pernah ada kata puas ya :D
  • Sholat wajib tepat waktu (setiap harinya)
  • Mengaji minimal 2 ain (setiap hari)
  • Bersedekah selalu (tiap bulan menyisihkan gaji)
  • Rajin mengikuti kajian2 islami baik dikantor, lingkungan rumah, dll (setiap ada jadwal kajian)
  • Rajin sholat sunnah (setiap hari)
  • Dalam 1-2 tahun kedepan melanjutkan studi S2, selain untuk upgrade ilmu pendidikan, juga menunjang pekerjaan di kantor
  • Dalam 1 tahun kedepan mengikuti Pelatihan Konselor Menyusui, agar saat mengedukASI teman2 dibekali ilmu yang mumpuni
  • Aktif di komunitas-komunitas ASI, Babywearers, dll yang mendukung upgrade ilmu
  • Menjadi anak yang membanggakan orangtua, membuat masa tua mereka bahagia
  • Menyekolahkan adik paling kecil hingga selesai kuliah
  • Menjadi PNS yang amanah dan dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara
  • Menjadi teman yang baik dan mendengarkan keluh kesah mereka
  • Menyebarkan ilmu yang dimiliki kepada sekitar
  • Menjadi pribadi dengan aura positif yang membuat sekitarnya bahagia
  • Memperbaiki Inner child diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik
  • Rajin menulis di blog (perminggu 1 tulisan)
  • Disiplin waktu tiap harinya sesuai to do list harian (setiap hari)
➤ Sebagai Istri
Ini dia yang perlu review dari paksu, apalagi istrinya suka cerewet gini heheheh
  • Mengatakan "I Love You" kepada suami (setiap hari)
  • Rajin mengikuti seminar atau kulwap mengenai rumah tangga (1-2 bulan sekali)
  • Membaca buku2 yang meningkatkan kapasitas diri sebagai istri yang baik
  • Memenuhi tangki cinta kepada suami, membantu memperbaiki IC suami
  • Lebih perhatian kepada suami, mengingatkan jika suami melakukan kesalahan
  • Melakukan Q-time dengan suami (tiap minggu)
  • Lebih banyak tersenyum jika didepan suami (setiap saat setiap hari)
  • Memenuhi kebutuhan biologis suami (setiap saat dibutuhkan)
  • Memasakkan makanan kesukaan suami (sesuai permintaan)
  • Pulang kerja tepat waktu, sesuai keinginan suami (setiap waktu kerja)
  • Selalu mendukung apapun yang dilakukan suami, terutama masalah pekerjaan
  • Selalu mendampingi suami jika ada masalah
  • Belajar menjadi istri yang lebih penyabar
  • Belajar menjadi istri yang tidak banyak mengeluh
  • Mengurangi "banyak bicara" didepan suami 
➤ Sebagai Ibu
Sejak jadi ibu, anak-anak ini sumber belajar saya. Dari mereka belajar banyak hal.
  • Mengikuti seminar parenting atau kulwap sejenisnya (1-2 bulan sekali)
  • Menjadi pendengar dan sahabat yang baik bagi anak
  • Menanyakan kegiatan kakak di sekolah  dan dirumah saat saya bekerja (setiap weekday)
  • Memasak  untuk si kakak dan memasak MPASI untuk si adik (setiap hari)
  • Memberikan hak adik untuk mendapatkan ASI hingga 2 tahun atau lebih (setiap hari)
  • Disiplin melakukan pumping agar stok asip terpenuhi (setiap hari)
  • Menyiapkan keperluan kakak sekolah (saat sekolah)
  • Mengajari si kakak mengaji dan belajar ( setiap hari)
  • Membacakan anak-anak buku sebelum tidur (setiap hari)
  • Upgrade ilmu dengan mengikuti komunitas2 berkaitan dengan anak 
  • Pulang kerja tepat waktu (setiap weekeday)
Semoga dapat konsisten mengerjakan semua indikator ini. Agar dapat menjadi individu yang lebih baik, serta menjadi Ibu dan Istri yang membanggakan keluarga. Walau bekerja bukan berarti tidak bisa menjadi ibu dan istri yang profesional.

Tidak ada manusia, ibu, yang sempurna. 
Yang terpenting mau memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Salam Profesional!!!

Rabu, 17 Mei 2017

NHW 1 : Menapaki Hidup, Menggapai Cita




Saya memiliki cita-cita yang saya bentuk setelah saya menjadi ibu. Yaitu menjadi konselor laktasi. Impian ini diawali saat saya menyusui anak pertama saya, yang tentunya ada perjuangan. Menyusui tidak semudah pemikiran dimana hanya membuka kancing baju, lalu menyodorkan payudara kita ke bayi. Ada perjuangan yang harus dilakukan agar dapat selalu memberikan cairan emas itu ke anak. Apalagi saya sebagai ibu bekerja. Ada tantangan dalam menyusui.


Dengan pengalaman saya sebagai ibu menyusui, mama perah, dan tentunya ilmu-ilmu yang saya dapat, tentu saja selalu menularkan ilmu saya ke teman-teman terdekat dan ke sekitar saya. Yang memotivasi saya menjadi konselor laktasi adalah fenomena bahwa banyak ibu-ibu yang selalu merasa pesimis di awal melahirkan. Sejak awal melahirkan sudah tersugesti “Asiku sedikit, asiku kurang, anakku laper terus” dsb. Padahal yang mereka butuhkan kepercayaan diri dan menyusui dan tentunya ilmu-ilmu tentang menyusui yang memanglah diperlukan kepercaya dirian. Mendampingi kawan sejak hamil lalu melahirkan juga selalu saya lakukan. Buat saya membantu kawan-kawan untuk sukses menyusui adalah kebahagiaan.


Sejak hamil anak pertama saya mengikuti berbagai komunitas asi. Lalu pada usia anak saya 6bulan saya bergabung dengan komunitas asi di tangsel. Kami mengadakan kelas edukasi di Tangsel pertama kalinya. Karena AIMI belum terbentuk di Tangsel, bahkan Banten, sehingga kmai memulainya dengan kelas edukasi ini. Disini banyak berkenalan dengan teman2 konselor laktasi yang memotivasi saya. Begitu juga dengan sekarang, bergabung dengan komunitas gendongan yang beberapa membernya juga konselor laktasi. Saya sering berdiskusi dengan mereka jika saya kesulitan menjawab pertanyaan kawan mengenai menyusui. Dengan diskusi-diskusi itu ilmu yang saya dapat saya serap.


Pelatihan Konselor Menyusui adalah pelatihan yang dipersiapkan agar menjadi konselor menyusui. Ini yang ingin saya ikuti, yang sampai sekarang belum terwujud.  Perlu menyiapkan waktu dan dana jika ingin mengikutinya. Tapi sudah masuk dalam planning saya tahun depan. Semoga dapat teralisasi. Karena terkadang, saat ada yang konsultasi dengan saya, saya merasa belum profesional karena saya bukan Konselor Laktasi.


Ada perubahan dari tahun ke tahun saat saya mengedukASI. Yaitu adab penyampaian ilmu ke kawan-kawan. Entah saat konsultasi atau kampanye di medsos. Yaitu, cara berbicara saya. Saat pertama2 edukASI (saat anak pertama saya lahir 5 tahun lalu) bisa dibilang kampanye yang saya lakukan hardcore. Terlalu menjudge orang-orang yang tidak ingin berjuang menyusui. Tetapi, makin lama saya memahami, dengan bahasan yang keras membuat orang justru menjauh tutup kuping, dan akhirnya menyerah. Tapi, jika dilakukan dengan cara halus, bahasa halus, menasehati tapi tidak menjudge, membuat mereka ingin terus mendengarkan ilmu yang kita sampaikan.


Semoga saya, bisa menggapai cita-cita yang saya harapkan
Semoga saya bisa menjadi Ibu Profesional