Jumat, 09 Juni 2017

Mendidik dengan Kekuatan Fitrah (NHW#4)

Udah minggu ke 4 yeeeaaayyyy \^_^/ makin menantang tugasnya inih, makin membuat JLEB hati emak, makin kudu meresapi dan banyak merenung #tsssaaaahhh.... Mari membahas satu persatu NHW#4 ini. Untuk tugasnya dibawah ini : 

NICE HOME WORK #4
🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH 🍀
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?
Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator
c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Contoh : Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak. Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone yang ditetapkan oleh ibu tersebut adalah sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha
e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
=====================================================================

Mari mengerjakan satu persatu :D

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Untuk jurusan ilmu di Universitas Kehidupan masih tetap sama ingin menjadi Konselor Menyusui. Karena memang sudah dari dulu saya mencintai bidang konselor atau mengedukASI orang lain.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
Mau ngaku heheheheh ini ceklist belum semuanya kekejar apalagi yang harian, duuuuhhh "WAKE UP NISA!!!!" Belajar lebih konsisten lagi inih sama apa yang udah di list diri sendiri

b.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Bidang yang ingin dikuasai sesuai hasil renungan kenapa Allah menciptakan saya di dunia ini sama seperti yang sudah di NHW#3. Dengan semua kejadian atau jalan hidup saya selama ini, Allah meyakinkan saya untuk bisa menjadi inspirator/motivator (bukan berarti niru contohnya ya hehehehe). Sejak kehilangan syasya jd suka memberikan motivator ke teman2 yang sama merasakannya. Dan juga menjadi inspirator bagi mereka di dunia ASI, MPASI, Babywearing, maupun tentang anak lainnya
Misi Hidup : memberikan inspirasi dan memtivasi ke orang lainnya
Bidang : Pengasuhan Anak 
Peran : Inspirator dan Motivator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Setiap ibu memang harus menambah ilmunya. Untuk menjadi ahli di Bidang Pengasuhan Anak , saya harus mengikuti tahap berikut :
1. Bunda Sayang : Ilmu mengenai pengasuhan anak, terutama ASI MPASI Babywearing dan Parenting, serta RUM
2. Bunda cekatan : Ilmu mengenai manajemen diri terutama manajemen waktu, dan kedisiplinan
3. Bunda Produktif : Ilmu mengenai menjahit, memasak, DIY Permainan untuk anak
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi atau edukASI kepada orang banyak

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Milestone yang ditetapkan saya sbb :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Ada beberapa checklist yang sudah ada waktu2 penerapannya, tapi ada yang belum, nanti akan diperbaiki kembali

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Semaaaangaaaaatttttt 💜💜💜💜



Jumat, 02 Juni 2017

Baby Arlo : My first MPASI


Yeaaaayyyy i'm 6mo baby 🙌🙌🙌

Alhamdulillah sekarang aku sudah lulus S1 ASIX 💋
Itu berarti aku sudah harus MPASI
Karena aku anak ke3, mamaku tak seheboh waktu akan memberikan MPASI kakakku
Qiqiiqqiq mungkin krn mama sudah merasa ada pengalaman 😌



Pagi ini mama memberikan ku pure pepaya
Waktu melihat mangkok aku excited sekali secara aku sering melihat mama papa kakak bibik makan di depanku
Aku kan pengen 😅

Tapi setelah mama menyuapiku makan,,, oohhhh rasa apa ini
Aku tak pernah tau 😯
Rasaaaanyaaaaa maniiisssa tapiii uhhh aku suka asi 😶
Mama perlahan2 menyuapiku
Hingga mangkoknya kosong
Walau banyak pepaya nya yg bertumpahan

Ini pengalaman MPASI pertamaku
Aku akan doyan semuaaa yg mama masak

Semangat MPASI homemade, teman2
Selamat lulus S1 ASIX buat mama ku dan aku 👩💙

MEMAHAMI POTENSI DIRI SENDIRI (NHW#3)

Hola-Hola, udah seminggu deh, udah waktunya nulis tugas minggu 3 dari kelas matrikulasi IIP. Nah tugasnya ini berjudul Membangun Peradaban dari dalam Rumah. Dibagi menjadi 3 kategori, antara yang pra nikah, nikah, dan single parent. Tugas untuk yang sudah menikah seperti dibawah ini :

*********************************************************************
👨👩👦👦
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Nah ini dia tugas yang harus mengalahkan gengsi para istri-istri wkkwkwkw termasuk saya. Tapi sebenarnya saya sudah sering  kali membuat "surat cinta" ke suami. Terutama saat saya sedang kesal.
Saya typikal istri yang tidak bisa memendam amarah dan kekesalan saya jika ada masalah. Daripada jadi penyakit mending diutarakan. Nah menulis merupakan cara efektif penyampaian semua keluh kesah saya ke suami. Bukan berarti tidak ada diskusi. Tp biasanya dengan diskusi merembetnya kemana. 

Kembali ke surat cinta, suami saya ini biasanya setelah menerima si "surat cinta" ini, lgsg action menanggapinya. Nah, masalahnya biasanya "surat cinta" yg saya bikin itu kan bukan mengenai romantisme wkwkkw ini mau nulis kok ketawa2 sendiri. So, bikin simpel ya.
 
SS Surat Cinta Ke Suami

Kan kan kan tanggepannya wkkwkwkw 😂😂😂 dan seperti biasa setelah dpt "surat" malamnya langsung ngemanjain saya 🙊Apalagi semalam saya dibuat khawatir sama dia. Tidak pulang2, handphone nya mati, wa centang satu. Udah ketakutan sampe nangis karena 2.5 jam nunggu dia. Alhasil waktu udah pulang meluk2in dia wkwkwkkw... Iya, betapa lupanya kita perhatian dengan suami karena tertutupi dengan berbagai aktivitas sehingga lupa mengutarakan dan menunjukkan kasih sayang kita ke suami. 

Pap, betapa sayangnya Mama sama Papa. Kita saling mengisi diri satu sama lain, saling mengisi kekurangan yang ada pada diri kita masing-masing. Semoga kita diberi umur panjang barokah, sehingga dapat membesarkan anak-anak kita hingga dewasa, hingga kakek nenek. 

Love u pap  :* 


b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

Keyvano, merupakan guru pertama saya sebagai ibu. Dari dia saya belajar banyak hal. Sekarang Keyvano sudah 5 tahun. Tahun ini dia akan naik kelas menjadi TK-B. Semakin bertambahnya usia, makin terlihat potensi dalam dirinya. 
  • Bermain Bola : Ini dari usia setahun, tendangan bola nya mantap sekali. Sepertinya menurun dari hobi papanya yang menyukai futsal dan bola. Hingga sekarang sering kali tiap weekend bermain bola bersama papanya
  • Memasak : Karena sering melihat mamanya masak, dia seringkali membuat makanan sendiri, tentu saja dengan pendampingan saya. Awalnya saya takut mengajaknya saat memasak, tapi makin lama dengan didampingi, ini melatih anak juga. 
  • Membenarkan barang (bertukang) : Ini sepertinya karena mengikuti papanya yang sering memperbaiki barang. Sama halnya sengan si papa, jika ada yang rusak atau perlu diperbaiki langsung mengambil obeng. Tentu saja dengan pengawasan kami.
  • Cerdas matematika logis : Dari batita, bakat yang paling terlihat adalah angka. Mengenal angka, bermain berhitung, menulis angka merupakan keahlian Key. Saya mikirnya karena saya dan suami pun yang lebih menyukai angka. 
  • Cerdas musikal : Nah ini, baru tampak 1-2 tahun terakhir. Dia menyukai jika mendengarkan musik, ikut menari, dan menari. Sekarang jika ada musik, dia mengambil gitar kecilnya (ukulele) lalu dimaikan mengikuti musik yg ada, walau petikannya masih asal-asalan
  •  Cerdas Naturalis : Kami sering mengajak dia, bermain di outdoor. Ini karena papanya yang memang gemar menjelajah. Sehingga Key pun terbiasa dengan kegiatan alam. 
Semua ini tentu saja karena kebiasan dan pola pengasuhan yang kami lakukan, serta karena pola pendidikan dari Sekolahnya yang  menerapkan metode Sentra. Dimana karakter anak lebih diutamakan, seringnya anak diajarkan mandiri dan bermain sambil belajar.

Syasya, si cantik putri surga kami, guru kedua bagi kami sebagai orangtua. Hadirnya Syasya ditengah keluarga kami mengajarkan arti kebahagiaan, kehilangan, keikhlasan. Semoga kita dapat berkumpul kelak di surga Nya Allah ya nak :* (kan jadi mewek qiqiqiiq)

Baby Arlo, si rainbow baby mama, guru ketiga kami. Usianya baru 6mo. Jujur belum banyak terlihat potensi bakatnya. Tapi, baby Arlo ini sering mengoceh, suka diajak berbicara, menimpali jika kami mengajaknya berbicara seolah sudah mengerti apa yang sedang dibicarakan. Tidak sabar melihat potensi-potensi yang ada pada dirimu, Nak.

Setiap anak berbeda, setiap anak punya cerita, setiap anak unik, setiap anak itu hebat 

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Namanya hidup itu berarti sesuai ketentuan Allah. Kita manusia berdoa, berusaha, mengikuti jalanNya Allah. Termasuk kehendak Allah, mengapa saya dihadirkan ditengah-tengah keluaraga kami sekarang. Sama seperti halnya Keyvano, apa yang melekat dalam diri saya merupakan hasil pola asuh keluarga saya juga. 

Papa mama saya selalu mengajarkan kemandirian. Menurut saya kemandirian ini yang menjadi potensi bagi saya. Jadi begitu saya dan suami berumah tangga, dan kami merantau jauh dari kedua keluarga besaar, saya tidak merasa kaget atau bingung. Saya lebih menyukai keadaan seperti sekarang, tidak adanya intervensi dalam mengasuh anak, dan beberapa hal lainnya. Berbeda dengan suami, yang tidak pernah jauh dari orangtua. Ini yang menjadi peran saya, untuk mengajarkan ke mandirian ke anak-anak.

Sifat saya dan Keyvano ini sama, khususnya kalau kami sedang ngambeg hehehehe ini harusnya emang sifat buruk. Tapi karena kesamaan kami ini, saya jadi bercermin. Betapa sabarnya mama saya dulu kalau saya sedang ngambeg. Nah, ini saya jadikan cara mengatasi saat Key ngambeg. Iya, kadang kelemahanmu bisa menjadi kekuatanmu. Saya yang mudah ngambeg jadi terbiasa menghadapi anak saya yang sama seperti mamanya ini. 

Sejak saya hamil, saya mulai gemar mencari ilmu tentang ilmu Ibu. Entah cara kepengurusan anak, pemenuhan hak memberikan asi, kesehatan, parenting dll. Haus ilmu ini yang menjadi potensi besar dalam diri saya untuk memberikan yang terbaik untuk anak. Namun bukan berarti saya ibu yang sempurna, tidak, tidak ada manusia yang sempurna. Saya masih suka lepas kontrol emosi jika anak saya marah, saya masih suka tidak sabaran jika mengurus rumah, dsb. Tapi, dengan ilmu yang sudah saya cari, saya termasuk mama yang tidak panikan. Saat anak sakit saya mengikuti standart RUM. Saat perahan ASI saya berkurang, saya tidak berpikiran untuk memberi anak sufor. So, kejarlah ilmu sampai kapanpun.

Saat-saat kehilangan saya, saya menyadari bahwa saya orang yang tidak bisa berlama-lama terpuruk. Ini menjadikan saya melihat potensi dalam diri saya. Saya bangkit dari keterpurukan, berbaik sangka dengan Allah. Dan percaya bahwa jalan Nya adalah rencana terbaik yang Allah berikan untuk kami sekeluarga. Tidak semua orang yang bisa mengolah kesedihannya agar cepat bangkit. Berlarut-larut atau jalan kedepan mengikuti rencana Allah. Namun, ikhlas bukan berarti tak sedih jika mengingat anak tercinta.

Kejadian-kejadian yang selama ini terjadi, menyadarkan saya kenapa Allah berkehendak saya hadir ditengah-tengah keluarga Saya. Sebelum ada tugas ini, saya sudah banyak merenung. Membuat saya menyadari bahwa kita manusia memang....

Rencana Allah itu INDAH 😍



d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?


Saya tinggal di lingkungan Perumahan, cluster baru. Kebanyakan orang-orang di cluster adalah pasangan muda. Saya bekerja, jadi sebisa mungkin mengikuti kegiatan RW dan RT. Entah itu arisan, pengajian, atau kegiatan lainnya. Sebab saat hari kerja, pulang kerja langsung masuk rumah. Paling mengobrol sebentar dengan tetangga.


Karena hobi saya mengedukASI entah itu tentang asi, mpasi, atau babywearing, jika ada yang bertanya tetang hal-hal itu, sebisa mungkin saya bantu. Begitu juga jika saya melihat ada sesuatu yang salah.Berusaha sebisa mungkin menularkan ilmu yang saya miliki dan menjaga tali silaturahmi dengan semua orang



Semoga dengan memahami potensi dalam diri sendiri, dapat bermanfaat untuk keluarga kecil, dan sekitar aamiin 😊😊😊

Salam Ibu Profesional !

Jumat, 26 Mei 2017

NHW 2 : Istri dan Ibu Profesional

Sekarang memasuki minggu kedua kelas matrikulasi IIP. Apa sih IIP? IIP merupakan forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu. Namanya manusia kan tetap harus upgrade diri dari semua aspek. Nah sebagai istri, ibu, dan indvidu akhirnya saya tertarik mengikuti kelas matrikulasi ini.

Tugas minggu kedua ini kita diharuskan menjabarkan indikator apa saja agar kita bisa dikatakan profesional sebagai ibu, istri, dan individu. Nanya suami sama anak jawabannya nihil wkwkwkwk ya sudlah mari kita bikin indikator sesuai yang terjadi selama hampir 6tahun menikah dan 5 tahun menjadi ibu.

Sebagai individu
Ini seharusnya banyak indikatornya ehhehehe secara namanya orang gak pernah ada kata puas ya :D
  • Sholat wajib tepat waktu (setiap harinya)
  • Mengaji minimal 2 ain (setiap hari)
  • Bersedekah selalu (tiap bulan menyisihkan gaji)
  • Rajin mengikuti kajian2 islami baik dikantor, lingkungan rumah, dll (setiap ada jadwal kajian)
  • Rajin sholat sunnah (setiap hari)
  • Dalam 1-2 tahun kedepan melanjutkan studi S2, selain untuk upgrade ilmu pendidikan, juga menunjang pekerjaan di kantor
  • Dalam 1 tahun kedepan mengikuti Pelatihan Konselor Menyusui, agar saat mengedukASI teman2 dibekali ilmu yang mumpuni
  • Aktif di komunitas-komunitas ASI, Babywearers, dll yang mendukung upgrade ilmu
  • Menjadi anak yang membanggakan orangtua, membuat masa tua mereka bahagia
  • Menyekolahkan adik paling kecil hingga selesai kuliah
  • Menjadi PNS yang amanah dan dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara
  • Menjadi teman yang baik dan mendengarkan keluh kesah mereka
  • Menyebarkan ilmu yang dimiliki kepada sekitar
  • Menjadi pribadi dengan aura positif yang membuat sekitarnya bahagia
  • Memperbaiki Inner child diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik
  • Rajin menulis di blog (perminggu 1 tulisan)
  • Disiplin waktu tiap harinya sesuai to do list harian (setiap hari)
➤ Sebagai Istri
Ini dia yang perlu review dari paksu, apalagi istrinya suka cerewet gini heheheh
  • Mengatakan "I Love You" kepada suami (setiap hari)
  • Rajin mengikuti seminar atau kulwap mengenai rumah tangga (1-2 bulan sekali)
  • Membaca buku2 yang meningkatkan kapasitas diri sebagai istri yang baik
  • Memenuhi tangki cinta kepada suami, membantu memperbaiki IC suami
  • Lebih perhatian kepada suami, mengingatkan jika suami melakukan kesalahan
  • Melakukan Q-time dengan suami (tiap minggu)
  • Lebih banyak tersenyum jika didepan suami (setiap saat setiap hari)
  • Memenuhi kebutuhan biologis suami (setiap saat dibutuhkan)
  • Memasakkan makanan kesukaan suami (sesuai permintaan)
  • Pulang kerja tepat waktu, sesuai keinginan suami (setiap waktu kerja)
  • Selalu mendukung apapun yang dilakukan suami, terutama masalah pekerjaan
  • Selalu mendampingi suami jika ada masalah
  • Belajar menjadi istri yang lebih penyabar
  • Belajar menjadi istri yang tidak banyak mengeluh
  • Mengurangi "banyak bicara" didepan suami 
➤ Sebagai Ibu
Sejak jadi ibu, anak-anak ini sumber belajar saya. Dari mereka belajar banyak hal.
  • Mengikuti seminar parenting atau kulwap sejenisnya (1-2 bulan sekali)
  • Menjadi pendengar dan sahabat yang baik bagi anak
  • Menanyakan kegiatan kakak di sekolah  dan dirumah saat saya bekerja (setiap weekday)
  • Memasak  untuk si kakak dan memasak MPASI untuk si adik (setiap hari)
  • Memberikan hak adik untuk mendapatkan ASI hingga 2 tahun atau lebih (setiap hari)
  • Disiplin melakukan pumping agar stok asip terpenuhi (setiap hari)
  • Menyiapkan keperluan kakak sekolah (saat sekolah)
  • Mengajari si kakak mengaji dan belajar ( setiap hari)
  • Membacakan anak-anak buku sebelum tidur (setiap hari)
  • Upgrade ilmu dengan mengikuti komunitas2 berkaitan dengan anak 
  • Pulang kerja tepat waktu (setiap weekeday)
Semoga dapat konsisten mengerjakan semua indikator ini. Agar dapat menjadi individu yang lebih baik, serta menjadi Ibu dan Istri yang membanggakan keluarga. Walau bekerja bukan berarti tidak bisa menjadi ibu dan istri yang profesional.

Tidak ada manusia, ibu, yang sempurna. 
Yang terpenting mau memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Salam Profesional!!!

Rabu, 17 Mei 2017

Me and My SonShines ^_^

Baru sadar, setelah melahirkan belum pernah nulis lagi #mianhe. Sekarang Baby Arlo sudah 5mo, berarti sebulan lagi mau MPASI yeeaaaayyy . Alhamdulillah, walau premie perkembangannya bagus, BBnya juga naik banyak. Semua berkat ASI dan ImunASI tentunya. Tapi, sama seperti abangnya, dia pun alergian huhuhuhu. Yup emak bapaknya alergian, so anak-anaknya sama deh.

Lima bulan Baby Arlo banyak cerita tentunya. Dimana si abang yang pasti sudah tak sendiri, ada adik yang membuat fokus mama papanya terbelah. Walau berusaha membagi waktu dengan adil, tapi namanya vocah pasti ada tantrumnya kan yaaaa. Belum lagi si abang yang ternyata ADB jadi harus terapi zat besi 3 bulan, huuuffffttttt padahal dia kan pemakan segala, zat besipun selalu diberikan. Mamanya jadi merasa bersalah, berhasil mewek waktu konsult sama dr.Waldi. Eh, yang gak tau siapa dr. Waldi itu, pak dokter yang PRO RUM abis deh. Cucok dengan si emak yang nerapin RUM. Tiap kesana selalu mewek, karena merasa bersalah sama bocah hehehehhe.

Kembali ke anak-anak, si abang ini sayang banget ke adeknya. Kadang ada waktu dimana mama dilarang megang si adek, cuma si abang yang boleh megang atau si abang pengen gendong adek. Aduh, kalo dah gitu emak pusing kepala barbie, dianya mana kuat coba. Tiap diberi kesempatan mangku adek baru beberapa detik udah nyerah duluan qiqiqiiq.  Makasih buat abang yang bantu mama nemenin adek, kalo mama harus mandi atau beberes.

Hyung-Dongseng

Ngomongin si adek, yang emaknya kerja so adek minum ASIP. Nah, buat si adek mama nerapin LIFO (late in first out) dimana penggunaan asip perah hari kemarin yang diminumkan ke adek. Tapi gak semua ASIP kemarin sih ngasihnya biasanya 300ml asip kemarin ditambah 200ml ASIP beku jaman mama cuti. Alhamdulillah, ternyata emang ngaruh lho ke BB adek. Bulan ke 3-4 walo mama tinggal kerja adek naik 700gr, bulan 4-5 si adek naik 500gr dalam waktu 3minggu. Seneng??? Banget. Pas abangnya nerapin FIFO (first in first out) naiknya cuma 200-300gr.  Baby Arlo sampai sekarang punya 3 adek susu. Karena asip yang alhamdulillah berlimpah. Eh berlimpah disini bukan karena "asi banyak" ya. Tapi karena emang mama mompa kelebihan 1 botol tiap harinya.

Soal hasil perahan, sebeneranya hasil perahan saya tidak berlebih. Terkadang per sesi dari 2 PD dapat 90ml saja, paling banyak 200ml itupun cuma sekali. Seringnya per sesi 120ml. Di kantor tiga kali pompa, dirumah 2 kali pompa. Jadi perhari dapat 450-600ml. Kalau ada yang bilang "ASIMU SIH BANYAK ENAK!" ini kadang bikin baper ahahahha Alhamdulillah sih, tapi seakan2 karena berlimpahnya asi, jadi bisa ASIX. Padahal namanya menyusui itu apalagi memerah kuncinya "RAJIN MENYUSUI , RAJIN MEMERAH" ya gak. Banyak yang hasil perahannya luber-luber sampe 200ml lebih per sesi tapi, gak bisa ASIX atau menyusui hingga 2 tahun. So, bersyukurlah dengan hasil perahanmu. HINDARI DOT! Insya Allah bisa menyusui hingga 2 tahun bahkan lebih.


perahan per hari di kantor
tabungan sebelum masuk kerja


Semangat ASIX! Semangat Menyusui!
Menyusui lah dengan keras kepala !
Salam Ibu Profesional ^_^